Cemen


Cemen

By tundjung

"Cemen!"

Suaranya begitu keras dan tegas. Tidak salah lagi, saya beneran dibilangin cemen.

"Kalau memang sering menyakitkan dan mengecewakan, ya sudah maafkan lalu tinggalin saja. Ngapain dipertahankan?"

"Cuma masalahnya itu begini. Bla ... bla ... bla ...."
Saya berusaha membela diri. Biasa, tabiat manusia saat dipaido.

"Kalau begitu kamu tuh kurang ikhlas."

Saya langsung diam. Habis dikatain cemen, sekarang dikatain kurang ikhlas. Nyesek boleh, kan?

"Begini, ya. Kalau kamu berbuat baik pada seseorang, dan ngarep orang itu juga berbuat baik padamu, jelas itu bukan keikhlasan. Kamu masih ngarep pada manusia. Lha jelas layak kalau kamu kecewa. Salahmu dewe."

Rezeki itu tidak melulu uang atau kesehatan. Rezeki bisa perkataan maido dengan kepedasan level 40 di saat dan suasana yang tepat.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

Tundjungsari Ratna Utami adalah seorang dokter anak yang bertugas di RSUD Ambarawa, RST dr. Asmir Salatiga, dan klinik Sarimedika.
Penulis memiliki 4 anak dan bertempat tinggal di Tuntang, kabupaten Semarang.

Dokter anak ini juga aktif di berbagai kegiatan antara lain pengurus Salimah (Persaudaraan Muslimah) Kabupaten Semarang.

Punya hobi menulis, menjelajahi alam, serta mencoba hal baru.
Hobi ini yang mendorong si emak untuk punya blog. Semoga menginspirasi.