Perempuan yang Tak Pernah Jatuh Cinta


Perempuan yang Tak Pernah Jatuh Cinta

By tundjung 


Seseorang pernah mendiagnosis bahwa aku belum pernah jatuh cinta. Betulkah?

Rasa ku sedang jatuh cinta
Karena rasanya ini berbeda
Oh apakah ini memang cinta
Selalu berbeda saat menatapnya
Mengapa aku begini
Hilang berani dekat denganmu
Ingin ku memilikimu
Tapi aku tak tahu
(Budi Doremi, Tolong)


Kalau definisi jatuh cinta adalah seperti itu, maka fix. Aku belum pernah jatuh cinta.
Jadi, bagaimana perasaanku ke suami?
 

Yang jelas, aku menikah tanpa proses pacaran. Deket-deket suami bertatap mata ya setelah menikah. Jadi tidak ada semacam harap-harap memiliki. Lha SHM sudah di tangan kok. Hahaha.
 

Tapi kalau rasa tertarik pada lawan jenis, sudah sejak kelas 5 SD. Nama cowoknya sampai sekarang masih kuingat, karena lain daripada yang lain. Cukup. Ini nggak typo ya. Memang namanya Cukup.
 

Remaja putri kekinian biasanya mengidolakan cowok yang populer. Misalnya Bowo dengan tik tok-nya. Atta karena tajir. Muzammil Hasballah karena hafal quran.
 

Nah, kalau aku merasa tertarik pada Cukup karena dia mau bantu ortu. Yakni menggembalakan kambing di rerumputan.
 

Seandainya hidup di zaman sekarang, mungkin aku jadi paparazi kuambil fotonya saat bersama kambing-kambing. Lalu kuberi caption: sama kambing yang prengus saja betah, palagi ma akkyuuu....

Sahabat Menulis Alineaku

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

Tundjungsari Ratna Utami adalah seorang dokter anak yang bertugas di RSUD Ambarawa, RST dr. Asmir Salatiga, dan klinik Sarimedika.
Penulis memiliki 4 anak dan bertempat tinggal di Tuntang, kabupaten Semarang.

Dokter anak ini juga aktif di berbagai kegiatan antara lain pengurus Salimah (Persaudaraan Muslimah) Kabupaten Semarang.

Punya hobi menulis, menjelajahi alam, serta mencoba hal baru.
Hobi ini yang mendorong si emak untuk punya blog. Semoga menginspirasi.