Jangan Se-kuntul Itu


Jangan Se-kuntul Itu

Jangan Se-kuntul Itu
By Tundjung


Apakah perhatian yang membuatmu cinta, atau karena cinta maka jadi perhatian?

"Wah, banyak burung," seruku.

"Mau berhenti?" Kata Paksu menawarkan.

Sejak aku suka moto memang Paksu jadi sering menawarkan untuk berhenti.
Awannya bagus.
Gunungnya pas kelihatan
Ada bunga cantik
Mataharinya cakep

Banyak alasan untuk menghentikan mobil. Lalu aku keluar. Tapi bukan adegan bertengkar lho.

Akhirnya kami berhenti. Aku turun sendiri, mengendap mengincar gerombolan kunthul di sawah. Tapi ya itu, begitu aku mendekat mereka terbang. Padahal di dekat pak tani yang sedang bekerja, para burung itu santuy.

"Piye, berhasil?" Tanya Paksu.

"Nggak. Begitu lihat aku, mereka terbang. Padahal sama pak tani bisa dekat."

"Harus pura-pura cuek dan ngga butuh baru kunthul mau mendekat."

"Iya. Tapi aku nggak mau Abi kayak kuntul."

"Maksudnya?"

"Ya itu. Aku harus pura-pura cuek biar mendekat. Karena aku bakalan ngga betah kalau harus pura-pura nggak butuh."

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

Tundjungsari Ratna Utami adalah seorang dokter anak yang bertugas di RSUD Ambarawa, RST dr. Asmir Salatiga, dan klinik Sarimedika.
Penulis memiliki 4 anak dan bertempat tinggal di Tuntang, kabupaten Semarang.

Dokter anak ini juga aktif di berbagai kegiatan antara lain pengurus Salimah (Persaudaraan Muslimah) Kabupaten Semarang.

Punya hobi menulis, menjelajahi alam, serta mencoba hal baru.
Hobi ini yang mendorong si emak untuk punya blog. Semoga menginspirasi.