Cantiknya Sumbing


Cantiknya Sumbing

By tundjung


Naik gunung itu piknik yang extrim. Butuh persiapan fisik, paling tidak dua minggu sebelumnya. Biar napas kuat, otot juga tidak kram. 

Persiapan peralatan juga tidak kalah seru. Berbeda dengan piknik lain yang bisa beli makanan atau kebutuhan lain di tengah jalan. 

Hanya beberapa gunung yang punya fasilitas warung makan. Kebanyakan tidak ada.  Terlalu banyak membawa  makanan dan peralatan memperberat bawaan. Badan cepat capek. Namun menyepelekan bekal juga bisa berakibat fatal. Mengetahui ada tidaknya sumber air sepanjang perjalanan juga menentukan barang bawaan. Justru itulah serunya naik gunung.

Akhirnya terkumpul 11 teman yang bisa bareng naik gunung. Usia teman itupun bervariasi. Mulai 49 tahun sampai 11 tahun. Jujur aku nggak sanggup untuk memikirkan semuanya sendiri. Makanya aku menggandeng explore wisata untuk perjalanan semacam ini. 

"Kami sarankan naik Via basecamp Adipura saja," begitu kata Mas admin.

"Kenapa nggak via Butuh?"

Rasanya hidup kurang lengkap kalau tidak ngeyel.

"Paling nyaman dan enak."

"Alasannya?"

Nyaman dan enak menurutku hal yang subjektif. Padahal wanita itu lebih suka kepastian. Seperti postinganku sebelumnya.

"Bisa ngojek sampai mendekati pos 2. Ojeknya juga manusiawi, penumpang di belakang. Boleh lihat di YouTube."

Memang begitulah. Kalau via Butuh atau Garung, penumpang duduk di depan. Atau kalaupun duduk di belakang, harus peluk erat perut Pak Ojek.

Baik dah. Via Adipura. Mas Admin keknya paham betul aku nggak mungkin peluk perut Pak Ojek.

"Peralatan apa yang akan disewa?"

"Matras sudah bawa?"

Begitulah Mas Admin yang agak bawel mengecek peralatan. Tapi aku paham betul kok, itu demi kebaikan pendaki.

"Pekan ini banyak hujan. Bawa kanebo dan juga emergency blanket. Jika sepatu atau dalam tenda basah, bisa buat lap."

"Siyap."

"Berangkatnya jangan kesiangan, Bu. Kalau bisa lebih pagi."

"Memang kenapa kalau kesiangan?"

Nah, kan. Jiwa ngeyelku kumat.

"Khawatir hujan, Bu."

Begitulah kurang lebih persiapan bersama x-plore wisata. Kerasa profesional betul. Pelaksanaan juga oke.

Alasan lain, admin x-plore wisata mas Syarifain Ghofur ternyata alumni UGM juga. MIPA jurusan matematika. Sejak dulu aku penasaran, anak matematika tuh judul skripsinya gimana.

Bisa menebak apa judul skripsi beliau?

Perbedaan Cinta Segitiga Sama Sisi dengan Segitiga Sama Kaki.

Itu tebakanku, sih. Pembaca boleh mencoba menebak dengan menulis di kolom komentar.










Posting Komentar

0 Komentar

About Me

Tundjungsari Ratna Utami adalah seorang dokter anak yang bertugas di RSUD Ambarawa, RST dr. Asmir Salatiga, dan klinik Sarimedika.
Penulis memiliki 4 anak dan bertempat tinggal di Tuntang, kabupaten Semarang.

Dokter anak ini juga aktif di berbagai kegiatan antara lain pengurus Salimah (Persaudaraan Muslimah) Kabupaten Semarang.

Punya hobi menulis, menjelajahi alam, serta mencoba hal baru.
Hobi ini yang mendorong si emak untuk punya blog. Semoga menginspirasi.