Boros Perasaan


Boros Perasaan

By tundjung

"Kenapa ya, Dok, batuknya nggak sembuh-sembuh. Obat dari Dokter seperti nggak ada pengaruh sama sekali."

"Di rumah masih ada yang merokok?"

"Lha ya masih, Dok. Rumah saya itu tempat kumpulan. Kadang sampai jam satu, jam dua. Teman saya merokok semua."

"Nah. Ya itu. Stop rokok."

"Tapi, Dok. Anak saya yang dua baik-baik saja. Cuma yang kecil ini memang ringkih."

Dua jiwa ngeyel bertemu.

"Obat sebaik apapun, kalau masih terpapar rokok ya masih batuk terus, Pak."

"Saya kira bukan, Dok. Bukan rokok penyebabnya. Yang lain baik-baik saja, kok."

"Ya terserah Bapak deh. Yang jelas rokok itu banyak mudhorot nya. Mending stop saja."

"Tidak, Dok. Yang bisa mendatangkan mudhorot itu cuma Alloh!"

***

Di lain waktu ...

"Bu, ini adik kena pertusis. Anaknya imunisasi nggak?"

"Nggak, Dok. Kami pakai herbal saja."

"Belum pernah ada bukti herbal bisa mencegah pertusis, lho, Bu."

Si ibu diam.

"Takutnya kena difteri, Bu. Itu lebih mengerikan dan mematikan. Obatnya lebih sulit."

"Nggak, Dok. Yang bisa mematikan dan memberikan penyakit cuma Alloh. Bagi Alloh tidak ada yang sulit."

Jujur, paling males meladeni orang seperti ini. Perasaanku jadi boros. Kasihan orang rumah, ngga kebagian perasaan.

Mending ditinggal munggah gunung.

Posting Komentar

0 Komentar

About Me

Tundjungsari Ratna Utami adalah seorang dokter anak yang bertugas di RSUD Ambarawa, RST dr. Asmir Salatiga, dan klinik Sarimedika.
Penulis memiliki 4 anak dan bertempat tinggal di Tuntang, kabupaten Semarang.

Dokter anak ini juga aktif di berbagai kegiatan antara lain pengurus Salimah (Persaudaraan Muslimah) Kabupaten Semarang.

Punya hobi menulis, menjelajahi alam, serta mencoba hal baru.
Hobi ini yang mendorong si emak untuk punya blog. Semoga menginspirasi.